Pontianak Biennale adalah sebuah perhelatan akbar seni rupa yang diadakan dua tahun sekali dan dijembatani oleh Perkumpulan Susur Galur Khatulistiwa serta keterlibatan beberapa institusi/lembaga/organisasi di Kota Pontianak, untuk pertama kali akan menandai penyelenggaraannya pada tahun 2026. Kesempatan ini akan dimanfaatkan dengan baik untuk semakin mendekatkan seni dan budaya kepada masyarakat. Selama satu tahun terakhir, persiapan Pontianak Biennale 2026 telah dilakukan pemetaan secara berkelanjutan mengenai kelompok-kelompok dan ruang-ruang seni yang tumbuh dan tersebar di Pontianak, Kalimantan Barat serta beberapa kota di Indonesia maupun di kawasan Asia Pasifik. Peta ini kemudian berkembang menjadi jejaring, yang melalui jejaring inilah upaya untuk mendekatkan peristiwa seni ke masyarakat menjadi sangat memungkinkan terjadi.
Pontianak tidak dapat dipisahkan dari sungainya. Kota ini lahir dan berdenyut di pertemuan tiga sungai—Kapuas Besar, Kapuas Kecil, dan Sungai Landak—yang bukan hanya urat nadi transportasi, tetapi juga ruang hidup, mitos, kepercayaan, dan palung peradaban. Pontianak Biennale 2026 hadir bukan sekadar sebagai perhelatan seni dua tahunan, tetapi sebagai sebuah ziarah kebudayaan yang berangkat dari kesadaran mendalam: sungai adalah guru, kanvas, dan kompositor dari identitas kebudayaan masyarakat Kalimantan Barat.
Menandai sungai sebagai narasi untuk berdialog. Arusnya membentuk pola permukiman, ritmenya mengatur irama kehidupan, dan airnya menjadi medium pertukaran—bukan hanya barang, tetapi juga gagasan, bahasa, dan seni. Pontianak Biennale menelusuri kembali corak kesenian Kalimantan Barat dengan membaca narasi besar yang terukir di Laut Cina Selatan hingga sepanjang aliran Sungai Kapuas, dari hulu dan hilir.