Menyebut Pontianak sebagai Kota Sungai adalah pernyataan politik, bukan sekadar deskripsi. Sungai Kapuas bukan hanya pemandangan. Ia bagian dari sejarah, budaya, ekonomi, dan ruang sosial. Tapi di tengah tekanan urban, sungai kerap direduksi menjadi latar yang mempercantik citra—sementara banjir dan kerusakan ekologis justru menjadi sisi gelap dari kelalaian tata kelola.
Jika kota tak lagi mendengar sungainya, maka ia kehilangan salah satu fondasi keberadaannya.
Pontianak Biennale 2026 adalah upaya untuk membaca ulang infrastruktur budaya yang terlupakan. Bukan nostalgia. Tapi negosiasi ulang antara kota dan unsur yang menopangnya.Karena masa depan tidak bisa dibangun di atas ruang yang hanya dihiasi, tapi dihidupi.